apakah apartemen bisa dibeli

Apakah Apartemen Bisa Dibeli? Tips Aman & Legal

Banyak orang bertanya-tanya, apakah apartemen bisa dibeli? Jawaban singkatnya adalah ya, apartemen bisa dibeli, baik oleh individu maupun badan usaha. Namun demikian, perlu dipahami bahwa kepemilikan apartemen memiliki sistem dan regulasi yang berbeda dengan rumah tapak. Sebagai contoh, EleVee Residences di Alam Sutera menawarkan peluang kepemilikan unit hunian vertikal yang legal dan menguntungkan. Secara spesifik, ketika Anda membeli apartemen, Anda memiliki unitnya secara sah, tetapi tidak memiliki tanah secara penuh karena kepemilikan atas tanah bersifat kolektif bersama penghuni lainnya. Untuk itu, memahami seluk-beluk kepemilikan apartemen menjadi langkah krusial sebelum memutuskan investasi.

Sistem Kepemilikan Apartemen di Indonesia

Dalam konteks hukum di Indonesia, kepemilikan apartemen di atur melalui Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (HMSRS). Merujuk pada Undang-Undang No. 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun, HMSRS merupakan bukti kepemilikan atas unit apartemen yang memberikan hak kepada pemiliknya untuk memiliki unit secara individual . Ke depannya, pemilik tidak hanya memiliki unit, melainkan juga memiliki bagian bersama seperti koridor dan lift, benda bersama seperti genset, serta tanah bersama sesuai porsi proporsional. Biasanya, sertifikat ini diterbitkan oleh pemerintah melalui Kantor Pertanahan setempat dengan prosedur yang telah di atur .

Selain HMSRS, terdapat juga status Hak Pakai yang umumnya diperuntukkan bagi Warga Negara Asing (WNA) dengan masa berlaku terbatas. Sistem strata title juga berlaku di mana kepemilikan unit bersifat individual, sedangkan area publik dikelola bersama oleh Pengelola atau P3SRS. Dengan demikian, legalitas dan status tanah menjadi fondasi utama yang harus di perhatikan.

EleVee Residences: Studi Kasus Kepemilikan Apartemen Premium

Bagi Anda yang mencari hunian vertikal di kawasan strategis, EleVee Residences menjadi contoh ideal. Proyek yang di kembangkan oleh Alam Sutera ini mengusung tema Home for A Lifetime yang berfokus pada kenyamanan lintas generasi . Berlokasi di jantung kawasan Alam Sutera, properti ini di bangun di atas lahan seluas 19 hektar dan menawarkan dua tower dengan total 536 unit, di mana 80% di antaranya telah terjual dan siap serah terima pada akhir 2025 . Tentunya, memiliki unit di EleVee Residences berarti Anda berhak menempati unit, menjual kembali, atau menyewakannya sebagai investasi jangka panjang.

Jenis Apartemen Berdasarkan Status

Memahami jenis apartemen berdasarkan statusnya membantu Anda menentukan pilihan yang tepat.

  • Apartemen Baru: Di beli langsung dari pengembang seperti EleVee Residences. Anda bisa membelinya saat pre-launch, secara indent, atau siap huni. Keuntungannya adalah Anda mendapatkan unit baru dengan fasilitas terkini dan garansi dari pengembang.

  • Apartemen Second: Di beli dari pemilik lama. Harganya biasanya lebih murah, tetapi Anda perlu melakukan pengecekan legalitas yang lebih mendalam, termasuk riwayat pembayaran IPL dan pajak.

  • Apartemen Lelang: Di peroleh melalui bank atau pengadilan. Harganya kompetitif, namun berisiko tinggi karena kondisi unit dan status hukumnya perlu di verifikasi secara cermat.

Dengan berbagai pilihan ini, Anda bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran.

Cara Membeli Apartemen

Proses transaksi apartemen dapat di lakukan melalui beberapa skema pembayaran. Umumnya, calon pembeli dapat memilih tunai kerastunai bertahap, atau memanfaatkan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) dari perbankan. Tidak hanya itu, beberapa pengembang juga menyediakan skema cicilan langsung, sementara pembelian untuk tujuan investasi seringkali menggunakan kombinasi skema tersebut. Sebagai gambaran, untuk unit di EleVee Residences, estimasi angsuran KPA mulai dari Rp24,7 juta per bulan dengan DP mulai dari Rp180 juta . Perlu dicatat, angka ini belum termasuk biaya-biaya lain seperti provisi, asuransi, dan notaris.

Dokumen Legalitas yang Harus Di Cek

Sebelum menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), pastikan Anda memeriksa seluruh dokumen legalitas. Hal ini sangat penting untuk memastikan transaksi aman.

  • Sertifikat HMSRS sebagai bukti kepemilikan unit.

  • IMB/PBG (Izin Mendirikan Bangunan/Persetujuan Bangunan Gedung).

  • SLF (Sertifikat Laik Fungsi).

  • AJB (Akta Jual Beli) dan PPJB.

  • Status tanah (HGB, Hak Pakai, atau HPL) dan bukti pembayaran pajak.

  • Pastikan unit tidak dalam sengketa dan bukti lunas iuran IPL .

Status Tanah dan Masa Berlaku

Status tanah di mana apartemen berdiri sangat menentukan masa berlaku kepemilikan. Apartemen bisa dibangun di atas tanah Hak Milik, Hak Guna Bangunan (HGB), atau Hak Pakai. Perlu dicatat, jika apartemen berdiri di atas HGB, jangka waktu kepemilikan unit terikat dengan masa berlaku HGB tersebut, yang maksimal 30 tahun dan dapat di perpanjang . Sementara itu, untuk tanah Hak Milik, masa kepemilikannya cenderung lebih permanen. Di EleVee Residences, status tanah yang jelas menjadi salah satu nilai jual utama karena di kelola oleh pengembang terkemuka.

Hak dan Kewajiban Pemilik Apartemen

Sebagai pemilik, Anda memiliki hak penuh atas unit, seperti menempati, menyewakan, atau mengagunkan ke bank. Anda juga berhak mengikuti rapat penghuni dan menikmati fasilitas bersama seperti kolam renang dan gym. Namun di sisi lain, ada kewajiban yang harus di penuhi, antara lain membayar Iuran Pemeliharaan Lingkungan (IPL), listrik, air, dan pajak bumi dan bangunan. Untuk EleVee Residences, besaran IPL adalah Rp12.500 per meter persegi . Pada umumnya, IPL ini di gunakan untuk perawatan gedung dan fasilitas, dan kewajiban ini harus di patuhi demi kenyamanan bersama.

Rincian Biaya Membeli dan Memiliki Apartemen

Biaya pembelian apartemen tidak hanya sebatas harga unit. Berikut rinciannya:

  • Biaya Awal: Booking fee, uang muka (DP) mulai 5-20%, biaya KPA, dan notaris.

  • Pajak: BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) dan PPN jika berlaku.

  • Biaya Administrasi: Biaya balik nama dan administrasi pengelolaan.

Setelah memiliki unit, Anda juga harus menyiapkan biaya rutin seperti IPL, sinking fund (dana cadangan), tagihan listrik, air, internet, dan parkir. Bahkan, potensi pengenaan PPN 11-12% pada IPL dapat menambah beban biaya bulanan . Oleh karena itu, hitung seluruh komponen biaya agar tidak terjadi pembengkakan anggaran di kemudian hari.

Keuntungan dan Kekurangan Membeli Apartemen

Membeli apartemen memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu di pertimbangkan.

Keuntungan

  • Lokasi Strategis: Biasanya dekat dengan pusat bisnis, kampus, dan akses tol. EleVee Residences berada dekat dengan pintu tol dan pusat perbelanjaan besar .

  • Fasilitas Lengkap: Keamanan 24 jam, gym, kolam renang, dan ruang terbuka hijau seluas 4 hektar .

  • Potensi Investasi: Harga cenderung naik dan bisa di sewakan untuk passive income .

Kekurangan

  • Tidak Memiliki Tanah Sepenuhnya: Kepemilikan bersifat kolektif.

  • Biaya IPL: Merupakan beban bulanan yang cukup signifikan.

  • Privasi Lebih Rendah: Berbagi dinding dan fasilitas umum dengan penghuni lain.

  • Renovasi Terbatas: Ada aturan ketat terkait perubahan struktur bangunan .

Tips Sebelum Membeli Apartemen

Sebelum memutuskan membeli, ada baiknya Anda melakukan riset mendalam.

  1. Cek Reputasi Developer: Pastikan pengembang memiliki rekam jejak yang baik. Alam Sutera, misalnya, adalah pengembang terpercaya dengan portofolio luas .

  2. Cek Legalitas & Status Tanah: Pastikan sertifikat dan izin bangunan lengkap .

  3. Survei Lokasi: Cek akses transportasi, fasilitas umum, dan potensi kebisingan.

  4. Hitung Biaya Bulanan: Simulasikan biaya IPL, listrik, dan KPA Anda .

  5. Gunakan Notaris Terpercaya: Pastikan semua proses hukum di tangani oleh profesional.

FAQ – Apakah Apartemen Bisa Dibeli

1. Apakah apartemen bisa di wariskan?
Ya, karena HMSRS adalah hak kebendaan, apartemen bisa di wariskan kepada ahli waris sesuai hukum yang berlaku .

2. Apakah bisa di jual kembali dan di sewakan?
Tentu. Pemilik bebas menjual atau menyewakan unitnya kapan saja .

3. Apakah WNA bisa membeli apartemen?
Bisa, namun biasanya dengan status Hak Pakai yang memiliki masa berlaku terbatas, bukan HMSRS .

4. Apakah sertifikat apartemen sama dengan rumah?
Tidak. Apartemen menggunakan Sertifikat HMSRS, sementara rumah tapak biasanya menggunakan SHM atau HGB .

5. Apa beda apartemen dan rumah tapak?
Apartemen adalah hunian vertikal dengan kepemilikan kolektif atas tanah dan fasilitas bersama. Rumah tapak menawarkan kepemilikan penuh atas tanah dan bangunan dengan privasi lebih tinggi.

6. Apakah nilai apartemen selalu naik?
Tidak selalu. Nilai apartemen di pengaruhi oleh lokasi, kondisi bangunan, dan perkembangan kawasan. Untuk proyek premium seperti EleVee, potensi kenaikan cukup tinggi karena lokasinya strategis .

Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa apartemen bisa di beli secara legal dengan sistem kepemilikan yang jelas melalui Sertifikat HMSRS. Meskipun berbeda dengan rumah tapak, kepemilikan apartemen menawarkan berbagai keuntungan, terutama bagi profesional muda dan investor. Contoh seperti EleVee Residences di Alam Sutera menunjukkan bahwa investasi di hunian vertikal bisa menjadi pilihan cerdas jika Anda memperhatikan legalitas, status tanah, dan total biaya kepemilikan. Pastikan Anda melakukan pengecekan menyeluruh terhadap dokumen, reputasi developer, dan kesesuaian dengan tujuan finansial Anda.

Butuh Bantuan Mencari Properti Idaman?

Apakah Anda sedang mencari rumah, apartemen, atau lahan untuk investasi di kawasan Alam SuteraBSD CityGading Serpong, atau sekitarnya? Kami siap membantu Anda menemukan properti terbaik dengan harga kompetitif dan legalitas terjamin. Kami juga melayani kebutuhan properti di luar daerah tersebut.

📞 Hubungi kami sekarang di julfian.com untuk konsultasi gratis dan dapatkan penawaran eksklusif!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *